Afrika populasi paling besar di dunia

Jerman saat ini memiliki usia muda sedikit dan ini akan berpengaruh pada populasi Jerman pada tahun 2100, jerman mempunyai populasi yang rendah, diperkirkan rasionya 15% dari tahun 2020, dibeberapa negara “Eropa” akan mengalami penyusutan populasi, mungkin anda akan menebak populasi besar ada di benua “Asia” tapi itu hanya akan bertahan sampai 2050-2070.

Benua “Afrika”-lah yang akan memimpin populasi dunia di tahun 2100, di tahun 1950 populasi “Eropa” dan “Amerika Utara” lebih banyak dibanding “Afrika”, tetapi di tahun 2100 populasi “Afrika” akan lebih besar empat kali dibanding populasi “Eropa” dan “Amerika Utara”. Namun hitungan ini hanyalah proyeksi dengan memasukkan beberapa indikator dengan menggunakan pertumbuhan CAGR (Compound annual growth rate) dan beberap parameter lainnya, jadi masih sebatas proyeksi, karena ada beberapa aspek yang tidak bisa dihitung dengan proyeksi.

Lebih dari setengah pertumbuhan populasi global yang diantisipasi antara sekarang dan 2050 diperkirakan akan terjadi di Afrika. Dari 2,2 miliar orang tambahan yang mungkin ditambahkan antara 2017 dan 2050, sebanyak 1,3 miliar orang di Afrika. Asia diharapkan menjadi kontributor terbesar kedua untuk pertumbuhan di masa depan, menambahkan lebih dari 750 juta orang antara 2017 dan 2050. Afrika dan Asia akan diikuti oleh Amerika Latin dan Karibia, Amerika Utara dan Oseania, di mana pertumbuhan diproyeksikan akan jauh lebih sederhana. Dalam proyeksi varian menengah, Eropa adalah satu-satunya wilayah dengan populasi yang lebih kecil pada tahun 2050 dibandingkan tahun 2017. Di luar 2050, Afrika akan menjadi kontributor utama pertumbuhan populasi global.

Sumber: DESA (The Department of Economic and Social Affairs of the United Nations Secretariat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *